Tuesday, November 9, 2010

~FaDHiLaT Surah As-Sajdah

Surah As-Sajdah

سورة السجدة – سورة ٣٢ – عدد آياتها ٣٠

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
الم (١)تَنْزِيلُ الْكِتَابِ لا رَيْبَ فِيهِ مِنْ رَبِّ الْعَالَمِينَ (٢)أَمْ يَقُولُونَ افْتَرَاهُ بَلْ هُوَ الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ لِتُنْذِرَ قَوْمًا مَا أَتَاهُمْ مِنْ نَذِيرٍ مِنْ قَبْلِكَ لَعَلَّهُمْ يَهْتَدُونَ (٣)اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ مَا لَكُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلا شَفِيعٍ أَفَلا تَتَذَكَّرُونَ (٤)يُدَبِّرُ الأمْرَ مِنَ السَّمَاءِ إِلَى الأرْضِ ثُمَّ يَعْرُجُ إِلَيْهِ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ أَلْفَ سَنَةٍ مِمَّا تَعُدُّونَ (٥)ذَلِكَ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ (٦)الَّذِي أَحْسَنَ كُلَّ شَيْءٍ خَلَقَهُ وَبَدَأَ خَلْقَ الإنْسَانِ مِنْ طِينٍ (٧)ثُمَّ جَعَلَ نَسْلَهُ مِنْ سُلالَةٍ مِنْ مَاءٍ مَهِينٍ (٨)ثُمَّ سَوَّاهُ وَنَفَخَ فِيهِ مِنْ رُوحِهِ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالأبْصَارَ وَالأفْئِدَةَ قَلِيلا مَا تَشْكُرُونَ (٩)وَقَالُوا أَئِذَا ضَلَلْنَا فِي الأرْضِ أَئِنَّا لَفِي خَلْقٍ جَدِيدٍ بَلْ هُمْ بِلِقَاءِ رَبِّهِمْ كَافِرُونَ (١٠)قُلْ يَتَوَفَّاكُمْ مَلَكُ الْمَوْتِ الَّذِي وُكِّلَ بِكُمْ ثُمَّ إِلَى رَبِّكُمْ تُرْجَعُونَ (١١)وَلَوْ تَرَى إِذِ الْمُجْرِمُونَ نَاكِسُو رُءُوسِهِمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ رَبَّنَا أَبْصَرْنَا وَسَمِعْنَا فَارْجِعْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا إِنَّا مُوقِنُونَ (١٢)وَلَوْ شِئْنَا لآتَيْنَا كُلَّ نَفْسٍ هُدَاهَا وَلَكِنْ حَقَّ الْقَوْلُ مِنِّي لأمْلأنَّ جَهَنَّمَ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ (١٣)فَذُوقُوا بِمَا نَسِيتُمْ لِقَاءَ يَوْمِكُمْ هَذَا إِنَّا نَسِينَاكُمْ وَذُوقُوا عَذَابَ الْخُلْدِ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ (١٤)إِنَّمَا يُؤْمِنُ بِآيَاتِنَا الَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُوا بِهَا خَرُّوا سُجَّدًا وَسَبَّحُوا بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَهُمْ لا يَسْتَكْبِرُونَ (١٥)تَتَجَافَى جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ (١٦)فَلا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (١٧)أَفَمَنْ كَانَ مُؤْمِنًا كَمَنْ كَانَ فَاسِقًا لا يَسْتَوُونَ (١٨)أَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَلَهُمْ جَنَّاتُ الْمَأْوَى نُزُلا بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (١٩)وَأَمَّا الَّذِينَ فَسَقُوا فَمَأْوَاهُمُ النَّارُ كُلَّمَا أَرَادُوا أَنْ يَخْرُجُوا مِنْهَا أُعِيدُوا فِيهَا وَقِيلَ لَهُمْ ذُوقُوا عَذَابَ النَّارِ الَّذِي كُنْتُمْ بِهِ تُكَذِّبُونَ (٢٠)وَلَنُذِيقَنَّهُمْ مِنَ الْعَذَابِ الأدْنَى دُونَ الْعَذَابِ الأكْبَرِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ (٢١)وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ ذُكِّرَ بِآيَاتِ رَبِّهِ ثُمَّ أَعْرَضَ عَنْهَا إِنَّا مِنَ الْمُجْرِمِينَ مُنْتَقِمُونَ (٢٢)وَلَقَدْ آتَيْنَا مُوسَى الْكِتَابَ فَلا تَكُنْ فِي مِرْيَةٍ مِنْ لِقَائِهِ وَجَعَلْنَاهُ هُدًى لِبَنِي إِسْرَائِيلَ (٢٣)وَجَعَلْنَا مِنْهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا لَمَّا صَبَرُوا وَكَانُوا بِآيَاتِنَا يُوقِنُونَ (٢٤)إِنَّ رَبَّكَ هُوَ يَفْصِلُ بَيْنَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فِيمَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ (٢٥)أَوَلَمْ يَهْدِ لَهُمْ كَمْ أَهْلَكْنَا مِنْ قَبْلِهِمْ مِنَ الْقُرُونِ يَمْشُونَ فِي مَسَاكِنِهِمْ إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ أَفَلا يَسْمَعُونَ (٢٦)أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّا نَسُوقُ الْمَاءَ إِلَى الأرْضِ الْجُرُزِ فَنُخْرِجُ بِهِ زَرْعًا تَأْكُلُ مِنْهُ أَنْعَامُهُمْ وَأَنْفُسُهُمْ أَفَلا يُبْصِرُونَ (٢٧)وَيَقُولُونَ مَتَى هَذَا الْفَتْحُ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ (٢٨)قُلْ يَوْمَ الْفَتْحِ لا يَنْفَعُ الَّذِينَ كَفَرُوا إِيمَانُهُمْ وَلا هُمْ يُنْظَرُونَ (٢٩)فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ وَانْتَظِرْ إِنَّهُمْ مُنْتَظِرُونَ (٣٠)


1. Alif Laam Miim. (QS. 32:1)
2. Turunnya Al-Qur’an yang tidak ada keraguan padanya, (adalah) dari Rabb semesta alam. (QS. 32:2)
3. Tetapi mengapa mereka (orang-kafir) mengatakan: “Dia Muhammad mengada-adakannya”. Sebenarnya Al-Qur’an itu adalah kebenaran (yang datang) dari Rabbmu, agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang belum datang kepada mereka orang yang memberi peringatan sebelum kamu; mudah-mudahan mereka mendapat petunjuk. (QS. 32:3)
4. Allah-lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy 1189. Tidak ada bagi kamu selain daripada-Nya seorang penolongpun dan tidak (pula) seorang pemberi syafa’at 1190. Maka apakah kamu tidak memperhatikan? (QS. 32:4)
5. Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu 1191. (QS. 32:5)
6. Yang demikian itu ialah Yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang, (QS. 32:6)
7. Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah. (QS. 32:7)
8. Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina (air mani). (QS. 32:8)
9. Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam (tubuh)nya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur. (QS. 32:9)
10. Dan mereka berkata: “Apakah bila kami telah lenyap (hancur) di dalam tanah, kami benar-benar akan berada dalam ciptaan yang baru 1192?”Bahkan (sebenarnya) mereka ingkar akan menemui Rabbnya. (QS. 32:10)
11. Katakanlah: “Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikan kamu; kemudian hanya kepada Rabbmulah kamu akan dikembalikan. (QS. 32:11)
12. Dan (alangkah ngerinya), jika sekiranya kamu melihat ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Rabbnya, (mereka berkata): “Ya Rabb kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), kami akan mengerjakan amal saleh, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin”. (QS. 32:12)
13. Dan kalau Kami menghendaki niscaya Kami akan berikan kepada tiap-tiap jiwa petunjuk (bagi)nya, akan tetapi telah tetaplah perkataan (ketetapan) daripadaku; “Sesungguhnya akan Aku penuhi neraka Jahannam itu dengan jin dan manusia bersama-sama. (QS. 32:13)
14. Maka rasailah olehmu (siksa ini) disebabkan kamu melupakan akan pertemuan dengan harimu ini (Hari Kiamat); sesungguhnya Kami telah melupakan kamu (pula) dan rasakanlah siksa yang kekal, disebabkan apa yang selalu kamu kerjakan”. (QS. 32:14)
15. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami, adalah orang-orang yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat (Kami), mereka menyungkur sujud 1193 dan bertasbih serta memuji Rabbnya, sedang mereka tidak menyombongkan diri. (QS. 32:15)
16. Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya 1194, sedang mereka berdo’a kepada Rabbnya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka. (QS. 32:16)
17. Seorangpun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam ni’mat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. (QS. 32:17)
18. Maka apakah orang yang beriman seperti orang yang fasik (kafir)? Mereka tidak sama. (QS. 32:18)
19. Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, maka bagi mereka surga-surga tempat kediaman, sebagai pahala terhadap apa yang telah mereka kerjakan. (QS. 32:19)
20. Dan adapun orang-orang yang fasik (kafir), maka tempat mereka adalah neraka, setiap kali mereka hendak keluar daripadanya, mereka dikembalikan (lagi) ke dalamnya dan dikatakan kepada mereka: “Rasakanlah siksa neraka yang dahulu kamu mendustakannya”. (QS. 32:20)
21. Dan sesungguhnya Kami merasakan kepada mereka sebagian azab yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat); mudah-mudahan mereka kembali (ke jalan yang benar). (QS. 32:21)
22. Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Rabbnya, kemudian ia berpaling daripadanya? Sesungguhnya Kami akan memberikan pembalasan kepada orang-orang yang berdosa. (QS. 32:22)
23. Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Musa Al-Kitab (Taurat), maka janganlah kamu (Muhammad) ragu-ragu menerima (Al-Qur’an itu) dan Kami jadikan Al-Kitab (Taurat) itu petunjuk bagi Bani Israil 1195. (QS. 32:23)
24. Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar 1196. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami. (QS. 32:24)
25. Sesungguhnya Rabbmu Dialah yang memberikan keputusan di antara mereka pada Hari Kiamat tentang apa yang selalu mereka perselisihkan padanya. (QS. 32:25)
26. Dan apakah tidak menjadi petunjuk bagi mereka, berapa banyak umat-umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan sedangkan mereka sendiri berjalan di tempat-tempat kediaman mereka itu. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Rabb). Maka apakah mereka tidak mendengarkan (memperhatikan)? (QS. 32:26)
27. Dan apakah mereka tidak memperhatikan, bahwasanya Kami menghalau (awan yang mengandung) air ke bumi yang tandus, lalu Kami tumbuhkan dengan air hujan itu tanam-tanaman yang daripadanya (dapat) makan binatang-binatang ternak mereka dan mereka sendiri. Maka apakah mereka tidak memperhatikan? (QS. 32:27)
28. Dan mereka bertanya: “Bilakah kemenangan itu (datang) jika kamu memang orang-orang yang benar?” (QS. 32:28)
29. Katakanlah: “Pada hari kemenangan 1197 itu tidak berguna bagi orang-orang kafir iman mereka dan tidak (pula) mereka diberi tangguh”. (QS. 32:29)
30. Maka berpalinglah kamu dari mereka dan tunggulah, sesungguhnya mereka (juga) menunggu 1198. (QS. 32:30)

Kelebihan Surah As-Sajdah
Surah As-Sajdah ialah surah ke-32, dalam juz 21 mengandungi 30 ayat. Diturunkan di Makkah, ayat Makkiyah.
“Dari Abi Hurairah Radiallahuanhu katanya : Telah bersabda Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam : Apabila anak cucu Adam Alaihissalam membaca Surah As Sajdah kemudian mereka sujud kepada Allah, syaitan mengasingkan dirinya dari majlis itu dalam keadaan menangis sambil berkata : Celakalah aku, anak cucu Nabi Adam Alaihissalam di perintah untuk sujud kepada Allah, maka bagi mereka itu balasan syurga sedangkan aku juga disuruh untuk sujud kepada Allah, tetapi aku ingkar, oleh itu untuk-ku api neraka”. (Hadis riwayat Imam Abu Daud)
SURAH As-Sajdah (bererti sujud) adalah surah yang ke 32 dalam Al-Quran mengandungi 30 ayat. la dinamakan As-Sajdah kerana terdapat ayat yang menerangkan perihal orang-orang yang beriman, apabila mendengar ajaran kitab Allah lalu sujud sebagai bersyukur atas segala nikmat Allah. Selain dari itu ditegaskan dasar tauhiddan dalil-dalil yang membuktikan keesaan Allah, disamping mengurniakan taufiq dan hidayah kepada umat Islam.
Surah As-Sajdah adalah di antara beberapa surah di dalam Al-Quran yang mengandungi ayat Sajdah iaitu ayat yang disunatkan Sujud Tilawah bagi seseorang yang sedang membacanya, sama ada ketika solat atau tidak.
Terdapat beberapa Hadis Rasulullah SAW yang menerangkan fadhilat, faedah dan hikmah untuk mereka yang mengamalkan membaca Surah As-Sajdah ini.
- Baginda tidak akan tidur sebelum membaca Surah ini dan Surah Al-Mulk.
- Melindungi pembacanya dari seksa kubur.
- Mendapat pahala yang besar seperti pahala mereka tetap solatnya pada malam lailatul-qadar.
- Mendapat hidayah ilmu yang yakin.
- Dikurniakan cahaya (nur) pada dirinya semasa ia mati.
Surah ini dibaca oleh imam di kebanyakan surau dan masjid pada pagi Jumaat di dalam solat subuh. Dengan menghadiri solat subuh tersebut, insyallah, hikmah dan fadhilat akan diperolehi.

Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud: "Sesiapa membaca Surah As-Sajdah, pahalanya seperti orang yang solat menepati malam al-Qadar dan dikuatkan keIslamannya, tauhidnya serta mendapat ilmu yang benar."
Sabda Rasulullah SAW: "Surah Alif Laam Sajdah akan datang pada hari Kiamat dengan 2 sayap sambil melindungi si pembacanya seraya berkata; "Tidak ada kesusahan bagimu."
Rasulullah SAW sentiasa membaca Surah Alif Laam Sajdah dan Surah Al-Mulk pada tiap-tiap malam. Sabda Baginda SAW: "Kedua-dua surah ini melebihi surah-surah yang lain sebanyak 17 kali ganda."

~FaDHiLaT Surah Al-Mulk

Surah Al-Mulk 

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (١)الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ (٢)الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ طِبَاقًا مَا تَرَى فِي خَلْقِ الرَّحْمَنِ مِنْ تَفَاوُتٍ فَارْجِعِ الْبَصَرَ هَلْ تَرَى مِنْ فُطُورٍ (٣)ثُمَّ ارْجِعِ الْبَصَرَ كَرَّتَيْنِ يَنْقَلِبْ إِلَيْكَ الْبَصَرُ خَاسِئًا وَهُوَ حَسِيرٌ (٤)وَلَقَدْ زَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيحَ وَجَعَلْنَاهَا رُجُومًا لِلشَّيَاطِينِ وَأَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابَ السَّعِيرِ (٥)وَلِلَّذِينَ كَفَرُوا بِرَبِّهِمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ (٦)إِذَا أُلْقُوا فِيهَا سَمِعُوا لَهَا شَهِيقًا وَهِيَ تَفُورُ (٧)تَكَادُ تَمَيَّزُ مِنَ الْغَيْظِ كُلَّمَا أُلْقِيَ فِيهَا فَوْجٌ سَأَلَهُمْ خَزَنَتُهَا أَلَمْ يَأْتِكُمْ نَذِيرٌ (٨)قَالُوا بَلَى قَدْ جَاءَنَا نَذِيرٌ فَكَذَّبْنَا وَقُلْنَا مَا نَزَّلَ اللَّهُ مِنْ شَيْءٍ إِنْ أَنْتُمْ إِلا فِي ضَلالٍ كَبِيرٍ (٩)وَقَالُوا لَوْ كُنَّا نَسْمَعُ أَوْ نَعْقِلُ مَا كُنَّا فِي أَصْحَابِ السَّعِيرِ (١٠)فَاعْتَرَفُوا بِذَنْبِهِمْ فَسُحْقًا لأصْحَابِ السَّعِيرِ (١١)إِنَّ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ بِالْغَيْبِ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ كَبِيرٌ (١٢)وَأَسِرُّوا قَوْلَكُمْ أَوِ اجْهَرُوا بِهِ إِنَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ (١٣)أَلا يَعْلَمُ مَنْ خَلَقَ وَهُوَ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ (١٤)هُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الأرْضَ ذَلُولا فَامْشُوا فِي مَنَاكِبِهَا وَكُلُوا مِنْ رِزْقِهِ وَإِلَيْهِ النُّشُورُ (١٥)أَأَمِنْتُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ أَنْ يَخْسِفَ بِكُمُ الأرْضَ فَإِذَا هِيَ تَمُورُ (١٦)أَمْ أَمِنْتُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ أَنْ يُرْسِلَ عَلَيْكُمْ حَاصِبًا فَسَتَعْلَمُونَ كَيْفَ نَذِيرِ (١٧)وَلَقَدْ كَذَّبَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَكَيْفَ كَانَ نَكِيرِ (١٨)أَوَلَمْ يَرَوْا إِلَى الطَّيْرِ فَوْقَهُمْ صَافَّاتٍ وَيَقْبِضْنَ مَا يُمْسِكُهُنَّ إِلا الرَّحْمَنُ إِنَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ بَصِيرٌ (١٩)أَمْ مَنْ هَذَا الَّذِي هُوَ جُنْدٌ لَكُمْ يَنْصُرُكُمْ مِنْ دُونِ الرَّحْمَنِ إِنِ الْكَافِرُونَ إِلا فِي غُرُورٍ (٢٠)أَمْ مَنْ هَذَا الَّذِي يَرْزُقُكُمْ إِنْ أَمْسَكَ رِزْقَهُ بَلْ لَجُّوا فِي عُتُوٍّ وَنُفُورٍ (٢١)أَفَمَنْ يَمْشِي مُكِبًّا عَلَى وَجْهِهِ أَهْدَى أَمْ مَنْ يَمْشِي سَوِيًّا عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ (٢٢)قُلْ هُوَ الَّذِي أَنْشَأَكُمْ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالأبْصَارَ وَالأفْئِدَةَ قَلِيلا مَا تَشْكُرُونَ (٢٣)قُلْ هُوَ الَّذِي ذَرَأَكُمْ فِي الأرْضِ وَإِلَيْهِ تُحْشَرُونَ (٢٤)وَيَقُولُونَ مَتَى هَذَا الْوَعْدُ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ (٢٥)قُلْ إِنَّمَا الْعِلْمُ عِنْدَ اللَّهِ وَإِنَّمَا أَنَا نَذِيرٌ مُبِينٌ (٢٦)فَلَمَّا رَأَوْهُ زُلْفَةً سِيئَتْ وُجُوهُ الَّذِينَ كَفَرُوا وَقِيلَ هَذَا الَّذِي كُنْتُمْ بِهِ تَدَّعُونَ (٢٧)قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ أَهْلَكَنِيَ اللَّهُ وَمَنْ مَعِيَ أَوْ رَحِمَنَا فَمَنْ يُجِيرُ الْكَافِرِينَ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ (٢٨)قُلْ هُوَ الرَّحْمَنُ آمَنَّا بِهِ وَعَلَيْهِ تَوَكَّلْنَا فَسَتَعْلَمُونَ مَنْ هُوَ فِي ضَلالٍ مُبِينٍ (٢٩)قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ أَصْبَحَ مَاؤُكُمْ غَوْرًا فَمَنْ يَأْتِيكُمْ بِمَاءٍ مَعِينٍ (٣٠)


Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang.

1. Maha Berkat (serta Maha Tinggilah kelebihan) Tuhan yang menguasai     pemerintahan (dunia dan akhirat) dan memanglah Ia Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu. 

2. Dialah yang telah mentakdirkan adanya mati dan hidup (kamu) - untuk menguji dan menzahirkan keadaan kamu: siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya dan Ia Maha Kuasa (membalas amal kamu), lagi Maha Pengampun, (bagi orang-orang yang bertaubat). 

3. Dialah yang telah mengaturkan kejadian tujuh petala langit yang berlapis-lapis engkau tidak dapat melihat pada ciptaan Allah Yang Maha Pemurah itu sebarang keadaan yang tidak seimbang dan tidak munasabah (jika engkau ragu-ragu) maka ulangilah pandangan(mu) - dapatkah engkau melihat sebarang kecacatan? 

4. Kemudian ulangilah pandangan(mu) berkali-kali, nescaya pandangan(mu) itu akan berbalik kepadamu dengan hampa (daripada melihat sebarang kecacatan), sedang ia pula berkeadaan lemah lesu (kerana habis tenaga dengan sia-sia).
 
5. Dan demi sesungguhnya! Kami telah menghiasi langit yang dekat (pada penglihatan penduduk bumi) dengan bintang-bintang, dan Kami jadikan bintang-bintang itu punca rejaman terhadap Syaitan-syaitan dan Kami sediakan bagi mereka azab neraka yang menjulang-julang. 

6. Dan bagi orang-orang yang kufur ingkar terhadap Tuhan mereka, disediakan azab neraka Jahannam, dan itulah seburuk-buruk tempat kembali. 

7. Apabila mereka dicampakkan kedalamnya, mereka mendengar suara jeritannya meraung-raung, sedang ia menggelegak. 

8. Hampir-hampir ia pecah berkecai-kecai kerana kuat marahnya. Tiap-tiap kali dicampakkan kedalamnya sekumpulan besar (dari orang kafir), bertanyalah penjaga-penjaga neraka itu kepada mereka: "Tidakkah kamu pernah didatangi seorang Rasul pemberi ingatan dan amaran (di dunia dahulu)?" 

9. Mereka menjawab: "Ada! Sebenarnya telah datang kepada kami seorang Rasul pemberi ingatan dan amaran, lalu kami dustakan serta kami katakan (kepadanya): "Allah tidak menurunkan sesuatupun, kamu (wahai orang yang mendakwa menjadi Rasul) hanyalah berada dalam kesesatan yang besar!"

10. Dan mereka berkata: "Kalaulah kami dahulu mendegar dan memahami (sebagai orang yang mencari kebenaran), tentulah kami tidak termasuk dalam kalangan ahli neraka ".
11. Akhirnya mereka mengakui dosa-dosa mereka (sebagai orang-orang yang kufur ingkar), maka tetaplah jauhnya rahmat Allah dari ahli neraka. 

12. Sesungguhnya orang-orang yang takut (melanggar hukum) Tuhannya semasa mereka tidak dilihat orang dan semasa mereka tidak melihat azab Tuhan, mereka beroleh keampunan dan pahala yang besar. 

13. Dan tuturkanlah perkataan kamu dengan perlahan atau dengan nyaring, (sama sahaja keadaannya kepada Allah), kerana sesungguhnya Allah Maha Mengetahui akan segala (isi hati) yang terkandung di dalam dada. 

14. Tidakkah Allah yang menciptakan sekalian makhluk itu mengetahui (segala-galanya)? Sedang Ia Maha Halus urusan TadbiranNya, lagi Maha Mendalam PengetahuanNya. 

15. Dialah yang menjadikan bumi bagi kamu: mudah digunakan, maka berjalanlah di merata-rata ceruk rantaunya, serta makanlah dari rezeki yang dikurniakan Allah dan (ingatlah), kepada Allah jualah (tempat kembali kamu sesudah) dibangkitkan hidup semula (maka hargailah nikmatNya dan takutilah kemurkaanNya).
 
16. Patutkah kamu merasa aman (tidak takut) kepada Tuhan yang pusat pemerintahanNya di langit itu: menunggang- balikkan bumi menimbus kamu, lalu bergegarlah bumi itu dengan serta merta (melenyapkan kamu di bawahnya)? 

17. Atau patutkah kamu merasa aman (tidak takut) kepada Allah yang pusat pemerintahanNya di langit itu: menghantarkan kepada kamu angin ribut yang menghujani kamu dengan batu maka dengan itu, kamu akan mengetahui kelak bagaimana buruknya kesan amaranKu? 

18. Dan demi sesungguhnya! Orang-orang (kafir) yang terdahulu daripada mereka telah mendustakan (rasul- rasulnya lalu mereka dibinasakan) dengan yang demikian, (perhatikanlah) bagaimana buruknya kesan kemurkaanKu. 

19. Patutkah mereka menutup mata dan tidak memerhatikan (kekuasaan Allah pada) burung-burung yang terbang di atas mereka, (siapakah yang menjaganya ketika) burung-burung itu mengembangkan sayapnya dan mengatupnya? Tidak ada yang menahannya (daripada jatuh) melainkan (Kekuasaan) Allah Yang Maha Pemurah. Sesungguhnya Ia Maha Melihat serta Mengetahui akan tiap-tiap sesuatu. 

20. Bahkan siapa dia yang menjadi tentera bagi kamu, yang akan menolong kamu selain dari Allah Yang Maha Pemurah? (Sebenarnya) orang-orang yang kafir tidak lain hanyalah berada dalam keadaan terpedaya
 
21. Atau siapa dia yang dapat memberi rezeki kepada kamu jika Allah menahan rezekiNya? (Tidak ada sesiapapun), bahkan mereka (yang musyrik itu) kekal terus dalam keadaan sombong angkuh serta melarikan diri (dari kebenaran). 

22. Maka adakah orang yang berjalan (melalui jalan yang tidak betul), yang menyebabkan dia selalu jatuh) tertumus di atas mukanya: boleh mendapat hidayah - atau orang yang berjalan tegak betul, melalui jalan yang lurus rata? 

23. Katakanlah (wahai Muhammad): "Allah yang menciptakan kamu (dari tiadakepada ada), dan mengadakan bagi kamu pendengaran dan penglihatan serta hati (untuk kamubersyukur, tetapi) amatlah sedikit kamu bersyukur". 

24. Katakanlah lagi: "Dialah yang mengembangkan kamu di bumi, dan kepadaNyalah kamu akan dihimpunkan". 

25. Dan mereka (yang ingkar) berkata: "Bilakah datangnya (hari kiamat) yang dijanjikan itu, jika betul kamu orang-orang yang benar?" 

26. Katakanlah (wahai Muhammad): "Sesungguhnya ilmu pengetahuan (tentang masa kedatangannya) hanya ada pada sisi Allah, dan sesungguhnya aku hanyalah seorang Rasul pemberi ingatan dan amaran yang terang nyata"
 
27. Kemudian apabila (datang kiamat dan) mereka melihat (azab) yang dijanjikanitu secara dekat, muramlah muka orang-orang yang kafir itu, serta dikatakan (kepada mereka) "Inilah dia yang dahulu kamu kerapkali minta disegerakan kedatangannya!" 

28. Tanyalah (wahai Muhammad, kepada mereka) "Bagaimana fikiran kamu, jika Allah binasakan daku dan orang-orang yang bersama-sama denganku (sebagaimana yang kamu harap-harapkan), atau Ia memberi rahmat kepada kami (sehingga kami dapat mengalahkankamu), - maka siapakah yang dapat melindungi orang-orang yang kafir dari azab seksa yang tidak terperi sakitnya?" 

29. Tegaskan (wahai Muhammad, kepada mereka): "Allah Dialah Yang MahaPemurah, yang kami beriman kepadaNya, dan yang KepadaNya kami berserah diri oleh itu kamuakan mengetahui kelak siapakah yang berada dalam kesesatan yang nyata". 

30. Katakanlah lagi: "Bagaimana fikiran kamu, sekiranya air kamu hilang lenyap (di telan bumi), maka siapakah (selain Allah) yang dapat mendatangkan kepada kamu air yang sentiasa terpancar mengalir?" 



Kelebihan Surah Al-Mulk

Surah Al Mulk adalah surah keamanan dan keselamatan, kerana ia menyelamatkan pembaca-pembacanya dari siksa kubur. Sejarah telah membuktikan seperti yang berlaku di zaman Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Ibnu Abbas menceritakan:

"Pernah suatu ketika setengah para sahabat berkhemah di atas kubur. Mereka sebenarnya tidak menyangka tempat itu adalah kubur. Setelah beberapa ketika berada di dalam khemah, mereka tiba-tiba terdengar suara orang membaca Surah Al Mulk dari mula hinggalah akhirnya. Suara itu datangnya dari dalam tanah. Tahulah mereka, sebenarnya mereka sedang berkhemah di atas kubur. Kemudian hal itu diadukan kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam lalu baginda bersabda yang bermaksud: "Surah Al Mulk adalah surah pelepasan kerana ia menghindar pembacanya dari azab neraka."

Meskipun begitu, Surah Al Mulk juga mempunyai kelebihan-kelebihan yang lain. Di sini penulis bentangkan sebahagian daripadanya sahaja. Diantaranya:

1. Abu Hurairah meriwayatkan hadis, katanya yang bermaksud:"Sesungguhnya di dalam Al-Quran itu, ada satu surah yang mengandungi 30 ayat, ia mensyafaat bagi lelaki yang membacanya. Maka selagi mana lelaki itu membacanya, selagi itu pula ia meminta ampun unutuknya. Surah itu ialah surah Al Mulk."

2. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda yang bermaksud: "Surah Al Mulk itu memelihara dan menghindarkan pembacanya dari azab kubur."

3. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda yang bermaksud: "Aku sungguh gembira, sekiranya orang mukmin sentiasa membaca surah Al Mulk sehingga seolah-olah surah itu tertulis di dalam hatinya."

4. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda yang bermaksud:"Barangsiapa membaca surah Al Mulk setiap malam, diselamatkannya dari azab kubur."

5. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda yang bermaksud: "Sesiapa membaca surah Al Mulk pada mana-mana malam, nescaya datang ke dalam kuburnya surah itu sebagai pengganti untuk bersoal jawab dengan Munkar Nakir.

6. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda yang bermaksud:"Sesungguhnya di dalam Al-Quran ada satu surah yang terkandung 30 ayat. Surah itu ialah surah Al Mulk. Ia akan datang kepada pembacanya untuk membantu bersoal jawab dalam kubur sehinggalah mereka selamat masuk ke dalam Syurga."

7. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda yang bermaksud:"Sebahagian surah-surah yang terdapat di dalam Al-Quran ada satu surah yang mengandungi 30 ayat. Surah itu surah Al Mulk. Ia memberi syafaat kepada orang yang membacanya dengan mengeluarkannya dari Neraka dan memasukkannya ke dalam Syurga."

8. Ulama berkata: "Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam tidak akan beradu melainkan setelah membaca surah As Sajadah dan surah Al Mulk."

9. Ulama berkata: "Sesungguhnya surah Al Mulk itu melepaskan pengamal-pengamalnya dari kena azab. Ia akan bersoal jawab pada hari kiamat di hadapan tuhan kerana menuntut kelepasan mereka yang mengamalkannya dari azab api Neraka."

10. Saiyidina 'Ali berkata: "Barangsiapa mengamalkan surah Al Mulk, nescaya dibawa ia pada hari kiamat di atas sayap malaikat serta wajahnya yang cantik seperti nabi Yusuf."

11. Ulama berkata: "Sesungguhnya surah Yasin dan surah Al Mulk terkandung di dalamnya beberapa rahsia dan kelebihan. Barangsiapa mengamalkannya nescaya ia mendapat rahsia-rahsia dan kelebihan-kelebihan itu serta dikasihi oleh semua manusia dan juga menjadi hebat pada pandangan makhluk."

12. Saiyidina 'Abdullah bin Abbas berkata: "Barangsiapa membaca surah Al Mulk sehingga menjadi amalan wiridnya, nescaya ia mendapat bantuan dan pertolongan dari Allah Subhanahu wa Ta'ala di dalam kuburnya. Bila azab hendak datang ke pihak kepala, terdengar satu seruan: "Tidak boleh engkau datang ke pihak kepala ini kerana ada surah Al Mulk."
Begitulah keadaannya bila azab itu pergi ke pihak kaki dan perutnya. Kerana semuanya mengandungi surah Al Mulk."

Thursday, November 4, 2010

~TeNTaNG DaJJaL

SUMBER : Ustaz Azhar

Persoalan tentang dajjal adalah termasuk persoalan al-ghaibiyyah, iaitu persoalan alam ghaib yang hanya didengar melalui dalil-dalil…  hakikatnya hanya Allah sahaja yang mengetahuinya.

Antara perkara berbentuk al-ghaibiyyah ialah kapal nabi Nuh, tongkat Nabi Musa, syurga, neraka dll. Kita tidak digalakkan untuk memperincikan bangaimana bentuknya, bila berlaku, adakah berjasad atau tidak serta seumpamanya. Begitu juga dajjal yang termasuk dalam persoalan al-ghaibiyyah.

Dari Abi Umamah Al-Bahiliy, beliau berkata: “Rasululah s.a.w telah berkhutbah di hadapan kami. Dalam khutbahnya itu Baginda banyak menyentuh masalah Dajjal. Baginda telah bersabda: “Sesungguhnya tidak ada fitnah (kerosakan) di muka bumi yang paling hebat selain daripada fitnah yang dibawa oleh Dajjal. Setiap Nabi yang diutus oleh Allah SWT ada mengingatkan kaumnya tentang Dajjal. Aku adalah nabi yang terakhir sedangkan kamu adalah umat yang terakhir. Dajjal itu tidak mustahil datang pada generasi (angkatan) kamu. Seandainya dia datang sedangkan aku masih ada di tengah-tengah kamu, maka aku adalah sebagai pembela bagi setiap mukmin. Kalau dia datang sesudah kematianku, maka setiap orang menjaga dirinya. Dan sebenarnya Allah SWT akan menjaga orang-orang mukmin."

“Dajjal itu akan datang nanti dari satu tempat antara Syam dan Iraq. Dan mempengaruhi manusia dengan begitu cepat sekali. Wahai hamba Allah, wahai manusia, tetaplah kamu. Di sini akan saya terangkan kepada kamu ciri-ciri Dajjal, yang belum diterangkan oleh nabi-nabi sebelumku kepada umatnya."

“Pada mulanya nanti Dajjal itu mengaku dirinya sebagai nabi. Ingatlah, tidak ada lagi nabi sesudah aku. Setelah itu nanti dia mengaku sebagai Tuhan. Ingatlah bahawa Tuhan yang benar tidak mungkin kamu lihat sebelum kamu mati. Dajjal itu cacat matanya sedangkan Allah SWT tidak cacat, bahkan tidak sama dengan baharu. Dan juga di antara dua mata Dajjal itu tertulis ‘kafir’, yang dapat dibaca oleh setiap mukmin yang pandai membaca atau buta huruf.

“Di antara fitnah Dajjal itu juga dia membawa syurga dan neraka. Nerakanya itu sebenarnya syurganya sedangkan syurganya itu neraka, iaitu panas. Sesiapa di antara kamu yang disiksanya dengan nerakanya, hendaklah dia meminta pertolongan kepada Allah dan hendaklah dia membaca pangkal surah al-Kahfi, maka nerakanya itu akan sejuk sebagaimana api yang membakar Nabi Ibrahim itu menjadi sejuk.

“Di antara tipu dayanya itu juga dia berkata kepada orang Arab: “Seandainya aku sanggup menghidupkan ayah atau ibumu yang sudah lama meninggal dunia itu, apakah engkau mengaku aku sebagai Tuhanmu?” Orang Arab itu akan berkata: “Tentu.” Maka syaitan pun datang menyamar seperti ayah atau ibunya. Rupanya sama, sifat-sifatnya sama dan suaranya pun sama. Ibu bapanya berkata kepadanya: “Wahai anakku, ikutilah dia, sesungguhnya dialah Tuhanmu.”

“Di antara tipu dayanya juga dia tipu seseorang, iaitu dia bunuh dan dia belah dua. Setelah itu dia katakan kepada orang ramai: “Lihatlah apa yang akan kulakukan terhadap hambaku ini, sekarang akan kuhidupkan dia semula. Dengan izin Allah orang mati tadi hidup semula. Kemudian Laknatullah Alaih itu bertanya: “Siapa Tuhanmu?” Orang yang dia bunuh itu, yang kebetulan orang beriman, menjawab: “Tuhanku adalah Allah, sedangkan engkau adalah musuh Allah.” Orang itu bererti lulus dalam ujian Allah dan dia termasuk orang yang paling tinggi darjatnya di syurga.”

Kata Rasulullah s.a.w lagi: “Di antara tipu dayanya juga dia suruh langit supaya menurunkan hujan tiba-tiba hujan pun turun. Dia suruh bumi supaya mengeluarkan tumbuh-tumbuhannya tiba-tiba tumbuh. Dan termasuk ujian yang paling berat bagi manusia, Dajjal itu datang ke perkampungan orang-orang baik dan mereka tidak mengakunya sebagai Tuhan, maka disebabkan yang demikian itu tanam-tanaman dan ternakan mereka tidak menjadi.

“Dajjal itu datang ke tempat orang-orang yang percaya kepadanya dan penduduk kampung itu mengakunya sebagai Tuhan. Disebabkan yang demikian hujan turun di tempat mereka dan tanam-tanaman mereka pun menjadi.

“Tidak ada kampung atau daerah di dunia ini yang tidak didatangi Dajjal, kecuali Makkah dan Madinah. Kedua-dua kota itu tidak dapat ditembusi oleh Dajjal kerana dikawal oleh Malaikat. Dia hanya berani menginjak pinggiran Makkah dan Madinah. Namun demikian ketika Dajjal datang ke pergunungan di luar kota Madinah, kota Madinah bergoncang seperti gempa bumi. Ketika itu orang-orang munafik kepanasan seperti cacing dan tidak tahan lagi tinggal di Madinah. Mereka keluar dan pergi bergabung dengan orang-orang yang sudah menjadi pengikut Dajjal. Inilah yang dikatakan hari pembersihan kota Madinah.”

Dalam hadis yang lain, “di antara fitnah atau tipu daya yang dibawanya itu, Dajjal itu lalu di satu tempat kemudian mereka mendustakannya (tidak beriman kepadanya), maka disebabkan yang demikian itu tanam-tanaman mereka tidak menjadi dan hujan pun tidak turun di daerah mereka. Kemudian dia lalu di satu tempat mengajak mereka supaya beriman kepadanya. Mereka pun beriman kepadanya. Maka disebabkan yang demikian itu Dajjal menyuruh langit supaya menurunkan hujannya dan menyuruh bumi supaya menumbuhkan tumbuh-tumbuhannya. Maka mereka mudah mendapatkan air dan tanam-tanaman mereka subur.”

Dari Anas bin Malik, katanya Rasulullah s.a.w bersabda: “Menjelang turunnya Dajjal ada tahun-tahun tipu daya, iaitu tahun orang-orang pendusta dipercayai orang dan orang jujur tidak dipercayai. Orang yang tidak amanah dipercayai dan orang amanah tidak dipercayai.”

Dari Jabir bin Abdullah, katanya Rasulullah s.a.w ada bersabda: “Bumi yang paling baik adalah Madinah. Pada waktu datangnya Dajjal nanti ia dikawal oleh malaikat. Dajjal tidak sanggup memasuki Madinah. Pada waktu datangnya Dajjal (di luar Madinah), kota Madinah bergegar tiga kali. Orang-orang munafik yang ada di Madinah (lelaki atau perempuan) bagaikan cacing kepanasan kemudian mereka keluar meninggalkan Madinah. Kaum wanita adalah yang paling banyak lari ketika itu. Itulah yang dikatakan hari pembersihan. Madinah membersihkan kotorannya seperti tukang besi membersihkan karat-karat besi.”

Diriwayatkan oleh Ahmad, hadis yang diterima dari Aisyah r.a. mengatakan: “Pernah satu hari Rasulullah s.a.w masuk ke rumahku ketika aku sedang menangis. Melihat saya menangis beliau bertanya: “Mengapa menangis?” Saya menjawab: “Ya Rasulullah, engkau telah menceritakan Dajjal, maka saya takut mendengarnya.” Rasulullah s.a.w berkata: “Seandainya Dajjal datang pada waktu aku masih hidup, maka aku akan menjaga kamu dari gangguannya. Kalau dia datang setelah kematianku, maka Tuhan kamu tidak buta dan cacat.”

Dari Jabir bin Abdullah, katanya Rasulullah s.a.w bersabda: “Dajjal muncul pada waktu orang tidak berpegang kepada agama dan jahil tentang agama. Pada zaman Dajjal ada empat puluh hari, yang mana satu hari terasa bagaikan setahun, ada satu hari yang terasa bagaikan sebulan, ada satu hari yang terasa satu minggu, kemudian hari-hari berikutnya seperti hari biasa.”

Ada yang bertanya: “Ya Rasulullah, tentang hari yang terasa satu tahun itu, apakah boleh kami solat lima waktu juga?” Rasulullah s.a.w menjawab: “Ukurlah berapa jarak solat yang lima waktu itu.”
Menurut riwayat Dajjal itu nanti akan berkata: “Akulah Tuhan sekalian alam, dan matahari ini berjalan dengan izinku. Apakah kamu bermaksud menahannya?” Katanya sambil ditahannya matahari itu, sehingga satu hari lamanya menjadi satu minggu atau satu bulan.

Setelah dia tunjukkan kehebatannya menahan matahari itu, dia berkata kepada manusia: “Sekarang apakah kamu ingin supaya matahari itu berjalan?” Mereka semua menjawab: “Ya, kami ingin.” Maka dia tunjukkan lagi kehebatannya dengan menjadikan satu hari begitu cepat berjalan.

Menurut riwayat Muslim, Rasulullah s.a.w bersabda: “Akan keluarlah Dajjal kepada umatku dan dia akan hidup di tengah-tengah mereka selama empat puluh. Saya sendiri pun tidak pasti apakah empat puluh hari, empat puluh bulan atau empat puluh tahun. Kemudian Allah mengutus Isa bin Maryam yang rupanya seolah-olah Urwah bin Mas’ud dan kemudian membunuh Dajjal itu.”

Jadi tidak perlu meneka bagaimanakah dajjal yg sebenarnya tetapi persiapkan diri dengan istiqamah diatas jalan agama agar apabila munculnya dajjal kita akan terselamat dari fitnahnya. Agamalah sebenarnya penawar dari segala malapetaka samada besar atau kecil.

Wednesday, October 27, 2010

~10 GaNGGuaN SYaiTaN DaLaM SoLaT



1) WAS-WAS SAAT MELAKUKAN TAKBIRATUL IHRAM
Saat mulai membaca takbiratul ihram “Allahu Akbar” , ia ragu apakah takbir yang dilakukannya itu sudah sah atau belum sah. Sehingga ia langsung mengulanginya lagi dengan membaca takbir. Peristiwa itu terus menerus terulang, terkadang sampai imamnya hampir ruku’.

Ibnul Qayyim berkata,
” Termasuk tipu daya syaitan yang banyak menggangu mereka adalah was-was dalam bersuci (berwudhu) dan niat atau saat takbiratul ihram dalam solat “.
Was-was itu membuat mereka terseksa dan tidak nyaman.


2) TIDAK KONSENTRASI SAAT MEMBACA BACAAN SOLAT
Sahabat Rasulullah SAW iaitu ‘Utsman bin Abil ‘Ash datang kepada Rasulullah dan mengadu,
“Wahai Rasulullah, sesungguhnya syaitan telah hadir dalam solatku dan membuat bacaanku salah dan rancu”. Rasulullah SAW menjawab, “Itulah syaitan yang disebut dengan Khinzib. Apabila kamu merasakan kehadirannya, maka meludahlah ke kiri tiga kali dan berlindunglah kepada Allah SWT. Aku pun melakukan hal itu dan Allah SWT menghilangkan gangguan itu dariku”. (HR. Muslim)

3) LUPA JUMLAH RAKAAT YANG TELAH DIKERJAKAN
Abu Hurairah r.a berkata,” Sesungguhnya Rasulullah SAW telah bersabda,
“Jika salah seorang dari kalian solat, syaitan akan datang kepadanya untuk menggodanya sampai ia tidak tahu berapa rakaat yang ia telah kerjakan. Apabila salah seorang dari kalian mengalami hal itu, hendaklah ia sujud dua kali (sujud sahwi) saat ia masih duduk dan sebelum salam, setelah itu baru mengucapkan salam”. (HR Bukhari dan Muslim)

4) HADIRNYA FIKIRAN YANG MEMALINGKAN KONSENTRASI
Abu Hurairah r.a berkata, “Rasulullah SAW bersabda,
“Apabila dikumandangkan azan solat, syaitan akan berlari seraya terkentut-kentut sampai ia tidak mendengar suara azan tersebut. Apabila muadzin telah selesai azan, ia kembali lagi. Dan jika iqamat dikumandangkan ia berlari. Apabila telah selesai iqamat, dia kembali lagi. Ia akan selalu bersama orang yang solat seraya berkata kepadanya, ingatlah apa yang tadinya tidak kamu ingat! Sehingga orang tersebut tidak tahu berapa rakaat ia shalat”. (HR Bukhari)
 
5) TERGESA-GESA UNTUK MENYELESAIKAN SOLAT
Ibnul Qayyim berkata,
” Sesungguhnya ketergesa-gesaan itu datangnya dari syaitan, karena tergesa-gesa adalah sifat gelabah, asal dan sembrono yang menghalang-halangi seseorang untuk berperilaku hati-hati, tenang dan santun serta meletakkan sesuatu pada tempatnya. Tergesa-gesa muncul karena dua perilaku buruk, iaitu sembrono dan terburu-buru sebelum waktunya “.
Tentu saja bila solat dalam keadaan tergesa-gesa, maka cara pelaksanaannya asal. Asal mengerjakan, asal selesai dan asal jadi. Tidak ada ketenangan atau thuma’ninah. Pada zaman Rasulullah SAW ada orang shalat dengan tergesa-gesa. Akhirnya Rasulullah SAW memerintahkannya untuk mengulanginya lagi karana solat yang telah ia kerjakan belum sah.
Rasulullah SAW bersabda kepadanya,
“Apabila kamu solat, bertakbirlah (takbiratul ihram). Lalu bacalah dari Al-Qur’an yang mudah bagimu, lalu ruku’lah sampai kamu benar-benar ruku’ (thuma’ninah), lalu bangkitlah dari ruku’ sampai kamu tegak berdiri, kemudian sujudlah sampai kamu benar-benar sujud (thuma’ninah) dan lakukanlah hal itu dalam setiap rakaat solatmu” (HR Bukhari dan Muslim)

6) MELAKUKAN GERAKAN-GERAKAN YANG TIDAK PERLU
Dahulu ada seorang sahabat yang bermain kerikil ketika sedang tasyahud. Ia membolak-balikkannya. Melihat hal itu, maka Ibnu Umar segera menegurnya selepas solat:
” Jangan bermain kerikil ketika solat kerana perbuatan tersebut berasal dari syaitan. Tapi kerjakan seperti apa yang dikerjakan Rasulullah SAW “. Orang tersebut bertanya, ” Apa yang dilakukannya? ” Kemudian Ibnu Umar meletakkan tangan kanannya diatas paha kanannya dengan jari telunjuk menunjuk ke arah kiblat atau tempat sujud.  ” Demikianlah saya melihat apa yang dilakukan Rasulullah SAW “, kata Ibnu Umar. (HR Tirmidzi)

7) MELIHAT KE KANAN ATAU KE KIRI KETIKA SOLAT
Dengan sedar atau tidak, orang tersebut melihat ke kiri atau ke kanan, itulah akibat godaan syaitan penggoda. Kerana itu, setelah takbiratul ihram, pusatkan pandangan pada satu titik. iaitu tempat sujud. Sehingga perhatian kita menjadi fokus dan tidak mudah dicuri oleh syaitan.

Dalam sebuah hadith yang diriwayatkan oleh Aisyah r.a, ia berkata,
“Saya bertanya kepada Rasulullah SAW tentang hukum melihat ketika solat”. Rasulullah SAW menjawab, “Itu adalah curian syaitan atas solat seorang hamba”. (HR Bukhari)

8)MENGUAP DAN MENGANTUK
Rasulullah SAW bersabda,
“Menguap ketika solat itu dari syaitan. Kerana itu bila kalian ingin menguap maka tahanlah seboleh mungkin”. (HR Thabrani).
Dalam riwayat lain Rasulullah SAW bersabda,
“Adapun menguap itu datangnya dari syaitan, maka hendaklah seseorang mencegahnya (menahannya) selagi boleh. Apabila ia berkata ha… bererti syaitan tertawa dalam mulutnya”. (HR Bukhari dan Muslim)

9) BERSIN BERULANG KALI SAAT SOLAT
Syaitan ingin menggangu kekhusyu’an solat dengan bersin sebagaimana yang dikatakan Abdullah bin Mas’ud,
” Menguap dan bersin dalam solat itu dari syaitan ” (Riwayat Thabrani). Ibnu Hajar mengomentari kenyataan Ibnu Mas’ud, “Bersin yang tidak disenangi Allah SWT adalah yang terjadi dalam solat sedangkan bersin di luar solat itu tetap disenangi Allah SWT. Hal itu tidak lain karena syaitan memang ingin menggangu solat seseorang dengan berbagai cara”

10) TERASA INGIN BUANG ANGIN ATAU BUANG AIR
Rasulullah SAW bersabda,
“Apabila salah seorang dari kalian bimbang atas apa yang dirasakan di perutnya apakah telah keluar sesuatu darinya atau tidak, maka janganlah sekali-kali ia keluar dari masjid sampai ia yakin telah mendengar suara (keluarnya angin) atau mencium baunya”. (HR Muslim)

Tuesday, October 26, 2010

~KHaSiaT aYaT KuRSi

ayat-kursi
Mahfum ayat:
Allah, tidak ada yang benar disembah hanya Dia yang Hidup dan Maha Kaya, tidak pernah ditimpa mengantuk dan tidak pernah tidor, bagin Nya sesuatu yang ada di langit dan di bumi, tidak ada yag boleh membri syafaat kecuali denga izin Nya. Ia maha mengetahui segala apa yang terjadi di hadapan mereka dan dibelakang mereka. Tidaklah mereka meliputi ilmunya sedikit jua kecuali yang dikehendakki Nya. Lebih luas kerusinya darilangit dam bumi. Tidak susah bagi Nya memelihara keduanya. Ia maha Tinggi dan maha Besar.

[Allah! There is no god but He, the Living, the Self-subsisting, Eternal. No slumber can seize Him nor sleep. His are all things in the heavens and on earth. Who is there can intercede in His presence except as He permitteth? He knoweth what (appeareth to His creatures as) Before or After or Behind them. Nor shall they compass aught of His knowledge except as He willeth. His Throne doth extend over the heavens and the earth, and He feeleth no fatigue in guarding and preserving them for He is the Most High, the Supreme (in glory).]



Penjelasan:
Ayat Kursi diturunkan pada suatu malam selepas Hijrah. Menurut riwayat, ketika ayat kursi diturunkan disertai dengan beribu-ribu malaikat sebagai penghantarnya, kerana kebesaran dan kemuliaannya. Syaitan dan Iblis menjadi gempar kerana adanya suatu alamat yang menjadi perintang dalam perjuangan nya. Rasulallah s.a.w segera memerintah kepada penulis alQuran iaitu Zaid bin Thabit agar segera menulisnya dan menyebarkannya.
Ada terdapat sembilan puluh lima buah hadis yang menjelaskan fazilat ayat kursi. Sebabnya ayat ini disebut ayat KURSI kerana di dalam nya terdapat perkataan KURSI, ertinya tempat duduk yang megah lagi yang mempunyai martabat. Perlu di ingat, bukan yang di maksudkan dengan KURSI ini tempat duduk tuhan, tetapi adalah KURSI itu syiar atas kebesaran Tuhan.


Khasiat Ayat Kursi:
Dari Anas bin Malik r.a. berkata, "Rasulullah S.A.W bersabda : Apabila seseorang dari umatku membaca ayat Kursi 12 kali, kemudian dia berwuduk dan mengerjakan solat subuh, nescaya Allah akan menjaganya dari kejahatan syaitan dan darjatnya sama dengan orang yang membaca seluruh al-Qur'an sebanyak tiga kali, dan pada hari kiamat ia akan diberi mahkota dari cahaya yang menyinari semua penghuni dunia."

1) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi bila berbaring di tempat tidurnya, Allah SWT mewakilkan dua orang Malaikat memeliharanya hingga subuh.

2) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir setiap sembahyang Fardhu, dia akan berada dalam lindungan Allah SWT hingga sembahyang yang lain.

3) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir tiap sembahyang, dia akan masuk syurga dan barang siapa membacanya ketika hendak tidur, Allah SWT akan memelihara rumahnya dan rumah-rumah disekitarnya.

4) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir tiap-tiap shalat fardhu, Allah SWT menganugerahkan dia setiap hati orang yang bersyukur, setiap perbuatan orang yang benar, pahala nabi2, serta Allah melimpahkan rahmat padanya..

5) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi sebelum keluar rumahnya, maka Allah SWT mengutuskan 70,000 Malaikat kepadanya - mereka semua memohon keampunan dan mendoakan baginya.

6) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir sembahyang, Allah SWT akan mengendalikan pengambilan rohnya dan dia adalah seperti orang yang berperang bersama Nabi Allah sehingga mati syahid.

7) Barang siapa yang membaca ayat Al-Kursi ketika dalam kesempitan niscaya Allah SWT berkenan memberi pertolongan kepadanya.

Monday, October 25, 2010

~BeRLiNDuNG DeNGaN ALLAH DaRi FiTNaH DaJJaL

Ayat dan doa berlindung dengan Allah dari fitnah Dajjal

1- Sepuluh ayat permulaan Surah Al-Kahfi dan sepuluh ayat terakhir.
‘Jika seseorang membaca sepuluh ayat terakhir dari surat Al-Kahfi, ia akan terlindungi dari fitnah Dajjal’ (HR. Muslim no. 809)

“Barang siapa yang membaca sepuluh ayat pertama dari surah al-Kahfi maka akan dijaga dari dajjal.”

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنْزَلَ عَلَى عَبْدِهِ الْكِتَابَ وَلَمْ يَجْعَلْ لَهُ عِوَجَا (١)قَيِّمًا لِيُنْذِرَ بَأْسًا شَدِيدًا مِنْ لَدُنْهُ وَيُبَشِّرَ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا حَسَنًا (٢)مَاكِثِينَ فِيهِ أَبَدًا (٣)وَيُنْذِرَ الَّذِينَ قَالُوا اتَّخَذَ اللَّهُ وَلَدًا (٤)مَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ وَلا لآبَائِهِمْ كَبُرَتْ كَلِمَةً تَخْرُجُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ إِنْ يَقُولُونَ إِلا كَذِبًا (٥)فَلَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَفْسَكَ عَلَى آثَارِهِمْ إِنْ لَمْ يُؤْمِنُوا بِهَذَا الْحَدِيثِ أَسَفًا (٦)إِنَّا جَعَلْنَا مَا عَلَى الأرْضِ زِينَةً لَهَا لِنَبْلُوَهُمْ أَيُّهُمْ أَحْسَنُ عَمَلا (٧)وَإِنَّا لَجَاعِلُونَ مَا عَلَيْهَا صَعِيدًا جُرُزًا (٨)أَمْ حَسِبْتَ أَنَّ أَصْحَابَ الْكَهْفِ وَالرَّقِيمِ كَانُوا مِنْ آيَاتِنَا عَجَبًا (٩)إِذْ أَوَى الْفِتْيَةُ إِلَى الْكَهْفِ فَقَالُوا رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا (١٠

Dan di dalam riwayat yang lain disebutkan, “Barang siapa yang membaca sepuluh ayat terakhir dari surat al-Kahfi maka akan dijaga dari dajjal. (HR. Muslim)


2 – Baca doa elak fitnah dajjal, berdasarkan kepada hadith yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a . Doa nya berbunyi begini,
  
اللهم اني اعوذبك من عذاب القبر ومن عذاب النار ومن فتنة المحيا والممات ومن فتنة المسيح الدجال

‘Allaahumma innii a’uudzubika min ‘adzaabil qabri wamin ‘adzaabinnaari wamin fitnatil mahyaa wal mamaati wamin fitnatil masiihid dajjaali’ , yang maksudnya ‘Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, siksa neraka, dari fitnah hidup dan mati, dan dari fitnah al-Masih Dajjal‘.”

Thursday, October 21, 2010

~HaRi YaNG DiSuNaTKaN BeRPuaSa

Diantara hari-hari yang disunatkan untuk berpuasa dalam Islam adalah seperti berikut:

1. Puasa enam iaitu puasa yang dijalankan selama enam hari dalam bulan Syawal. Puasa ini dilakukan sehari selepas 1 Syawal sama ada secara berturut-turut atau tidak.
2. Puasa awal bulan Zulhijjah dari 1 haribulan hingga 8 haribulan Zulhijjah.
3. Puasa pada hari Arafah iaitu pada 9 haribulan Zulhijjah.
4. Puasa pada 9 haribulan Muharram.
5. Puasa pada Hari Asyura iaitu pada 10 haribulan Muharram.
6. Puasa dalam bulan Rejab mengikut kemampuan berpuasa.
7. Puasa dalam bulan Sya'ban kecuali pada hari syak iaitu 30 haribulan Sya'ban.
8. Puasa pada tiap-tiap hari isnin dan khamis.
9. Puasa tiga hari pada tiap-tiap hari bulan Qamariah.



Tujuh jenis puasa sunat jadi amalan Rasulullah

Bertanya seorang sahabat kepada Anas r.a mengenai puasa Nabi SAW. Jawab Anas: “Aku suka melihat Rasulullah SAW khususnya ketika beliau berbuka atau berpuasa. Hatta pada malam yang beliau habiskan sehingga fajar. Keadaan tidur Rasulullah SAW dan aku tidak pernah merasai kelembutan sutera yang hebat lebih daripada kelembutan tapak tangan Rasulullah SAW. Aku mencium bau hebat dari wangian kasturi, tetapi bau badan Rasulullah SAW lebih wangi dari itu. (Hadis Bukhari).

Berkata Syeikh Ibnu Hajar: “Bahawa keadaan Rasul SAW dalam menunaikan perkara sunat seperti puasa dan Qiamullail adalah berbeza. Kadang-kadang beliau berpuasa pada awal, pertengahan atau akhir bulan. Puasa sunat tidak tertakluk kepada waktu kecuali waktu yang ditegah. Baginda tidak berpuasa sepanjang tahun. Tidak pula berqiamullail sepanjang malam kerana bimbang akan menjadi kesulitan kepada umat akan datang. Jadi beliau berpuasa dan berbuka, tidur dan berqiamullail. (Fath 4/217). Firman Allah: “Sesungguhnya pada diri Rasulullah itu adalah contoh ikutan yang baik bagi mereka yang mengharapkan keredaan Allah dan Rasulnya (al-Mumtahanah: 6). Marilah kita melihat sepintas lalu mengenai hari dan munasabah tertentu ibadat puasa Nabi SAW.

Puasa enam hari pada Syawal - Sabda Rasulullah SAW: “Sesiapa yang berpuasa Ramadan dan kemudian meneruskannya dengan enam hari pada bulan Syawal, akan mendapat ganjaran seolah-olah dia berpuasa setahun. (Riwayat Muslim, Tarmizi, Abu Daud, Ibn Majah).

Ibnu Qudamah menyebut dalam kitabnya, Mughni riwayat Said dari Sauban r.a, berkata sabda Rasul SAW: “Sesiapa berpuasa Ramadan sebulan bersamaan sepuluh bulan dan puasa enam hari pada Syawal, maka sempurnalah setahun”. Ini bermakna satu kebajikan digandakan sepuluh dan enam hari dengan ganjaran enam puluh hari, Demikianlah dua belas bulan, iaitu setahun. (Mughni 3/173).

Imam Nawawi ketika mengulas hadis di atas berkata, “Ini adalah bukti jelas bagi Imam Syafie, Imam Ahmad dan Daud menjadi alasan menggalakkan kita berpuasa enam hari dalam bulan Syawal”. (Syarah Muslim 8/56).

Ulama berbeza pendapat mengenai puasa berturut-turut atau sebaliknya. Pengarang kitab Al Hidayah dan lain-lain menyarankan supaya dilakukan berturut-turut. Namun, Imam Abu Hanifah dan sebahagian daripada ulama mazhab Syafie antaranya Abu Yusuf dan lain-lain mengatakan bahawa dipisahkan adalah lebih baik dan disunatkan kerana dapat membezakan dengan puasa penganut Kristian dan juga dapat meraikan kaum keluarga. (Maarif Sunan Syarah Tarmizi 6/121).

Puasa Muharam - Dari Abu Hurairah bahawa Nabi SAW bersabda: “Sebaik-baik puasa selepas Ramadan ialah puasa bulan Muharam dan sebaik-baik solat selepas solat lima waktu ialah solat malam. (Muslim 1/474). Waktu yang terbaik ialah pada 9 dan 10 hari bulan. Ia berlaku sepanjang Muharam dan 10 Muharam mempunyai hak khusus tersendiri.

Puasa Hari-Hari Putih - Iaitu pada 13,14 dan 15 setiap bulan Islam. Dari Abu Hurairah bahawa Rasulullah SAW pernah berpesan dengan tiga perkara: Puasa tiga hari setiap bulan, dua rakaat solat Duha dan solat witir sebelum tidur (Hadis Bukhari).

Syekh Ruyani berpendapat bahawa berpuasa tiga hari setiap bulan adalah sunat dan lebih afdal jika bertepatan dengan hari-hari putih (13,14 dan 15 setiap bulan Islam). Ia dinamakan hari-hari putih kerana keceriaan malamnya dengan pancaran bulan penuh. (AlMughni 3/177)

Dari Abdullah Bin Umar bahawa Rasulullah SAW bersabda: “Berpuasalah pada setiap bulan, tiga hari kerana satu kebajikan digandakan sepuluh kali ganda. Yang demikian itu seumpama kita berpuasa setahun. (Hadis Bukhari, Muslim).

Dalam riwayat lain sabda Rasulullah SAW bermaksud, “Sesiapa berpuasa Ramadan bersama tiga hari setiap bulan akan mendapat pertolongan pada hari yang sangat dahaga ia hari Mahsyar.

Puasa hari Arafah pada 9 Zulhijjah - Dari Abu Qatadah bahawa Rasulullah SAW pernah ditanya mengenai puasa hari Arafah. Jawab Baginda: “Pengampunan dosa bagi tahun lalu dan tahun akan datang. (Hadis Muslim 1/473). Bagi berwukuf di Arafah pula kebanyakan ulama sepakat mengatakan bahawa mereka sunat berbuka puasa.

Imam Hanafi dan Maliki berpendapat adalah makruh bagi jemaah haji yang berpuasa pada hari wukuf dan hari tarwiyah (8 Zulhijjah).

Imam Hambali pula berpendapat bahawa sunat berpuasa bagi jemaah haji jika mereka berwukuf pada waktu malam dan makruh bagi mereka yang wukuf siang hari.

Bagi Mazhab Syafie pula bagi penduduk Makkah yang berwukuf pada siang hari, berpuasa adalah tidak digalakkan dan harus bagi yang berwukuf di sebelah malam. (Fiqh 4 Mazhab 1/505). Adapun puasa Arafah sudah diketahui umum bagi semua yang mengerjakan haji atau sebaliknya. (Fath 4/237).

Puasa hari Asyura (10 Muharam) - Dari Abdullah Bin Abbas ra bahawa ketika Rasulullah SAW sampai ke Madinah, beliau mendapati orang Yahudi berpuasa pada hari Asyura. Nabi bertanya, “Apakah gerangan hari ini sehingga kamu berpuasa?“. Maka mereka menjawab: “Hari ini adalah hari yang besar di mana Musa diselamatkan dari kaumnya, tenggelamnya Firaun dan kaumnya. Musa berpuasa kerana mensyukuri dan kami berpuasa”. Selepas mendengar itu Nabi SAW pun bersabda, “Kami lebih utama berpuasa dari kamu dan Nabi SAW berpuasa dan menganjurkan kita berpuasa”.

Dalam riwayat Abu Qatadah ra bahawa apabila Nabi SAW ditanya mengenai puasa Asyura beliau menjawab, “Mendapat keampunan setahun yang lampau”. (Hadis Muslim 1/459). Dalam riwayat lain sabda Nabi SAW, “Puasalah hari kesembilan dan kesepuluh, janganlah kamu samakan dengan kaum Yahudi.

Ada yang berkata, berpuasa 9 Zulhijah sudah memadai kerana dosa dua tahun sudah terhapus. Sheikh Abd Hamid berpendapat bahawa dosa adalah seperti ‘air sungai yang mengalir’. Oleh itu, puasa dan taubat adalah ubat mujarab untuk dosa berkenaan. Ada dosa yang tidak diampun kecuali dengan puasa Asyura. Begitulah sebaliknya dan tiada yang mengetahuinya melainkan Allah SWT.

Puasa Isnin dan Khamis - Dari Abu Qatadah r.a bahawa Rasulullah SAW ditanya mengenai puasa Isnin dan Khamis. Baginda menjawab: “Padanya aku dilahirkan dan padanya mula-mula diturunkan wahyu padaku. (HR Muslim 1/474). Dalam riwayat Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda: “Diangkat amalan seseorang pada Isnin dan Khamis, maka aku lebih suka amalanku diangkat dalam keadaan aku berpuasa”. (Hadis Tarmizi).

Dalam riwayat lain daripada sebahagian isteri Baginda ada mengatakan bahawa Rasulullah SAW berpuasa 9 dan 10 Zulhijjah, tiga hari setiap bulan Islam serta Isnin dan Khamis pada setiap minggu. (Hadis Abu Daud)

Puasa Nabi Daud AS - Rasulullah SAW bersabda: “ Tidak ada puasa yang lebih baik selain puasa Nabi Daud AS. Beliau berpuasa sehari dan berbuka sehari. (Hadis Bukhari). Dalam hadis lain, Rasul SAW bersabda: “Puasa yang paling disukai Allah ialah puasa Nabi Daud AS. Beliau berpuasa sehari dan berbuka sehari. Dia juga tidur dan menggunakan satu pertiga malamnya saja untuk berqiamullail. (Hadis Nasai, Abu Daud).

Untuk makluman, semua puasa sunat berkenaan dilarang bagi yang bergelar isteri kecuali mendapat keizinan suami masing-masing kerana menunaikan hajat suami adalah wajib. Maka hukum syarak mengatakan hendaklah didahului yang wajib.